Selamat Ulang Tahun Bali Blogger Community

Posted in Bali with tags on November 18, 2009 by Krisna

wah… sungguh postingan yang telat, sudah seminggu lewat dari perayaan terbentuknya Bali Blogger Community. Sedikit informasi buat yang belum tau apa itu Bali Blogger Community a.k.a BBC, (hari gini ga tau BBC? Cape deh) BBC adalah komunitas blogger Bali. Anggotanya adalah mereka-mereka yang memiliki blog dan sejenisnya (yang pasti bukan situs jejaring sosial), menetap di Bali atau orang Bali yang tinggal di perantauan (seperti saya :-) ). Dengan motto “Mai Ngeblog Pang Sing Belog”, BBC mengajak terus berkarya, menyiarkan informasi dan tukar pikiran serta menjalin hubungan baik lewat blog. BBC ini didirikan tanggal 11 November 2007, walau terbilang baru, greget BBC sangat terasa.
Read more »

Tak peduli melting, yang penting hebring

Posted in Lingkungan Hidup with tags , , , on November 17, 2009 by Krisna

sumbangannya bu,,, sumbangannya pak,,, untuk korban gempa di Padang….
kata-kata tersebut terlontar oleh teman-teman mahasiswa yang sedang menggali dana kemanusiaan untuk korban bencana alam. Usaha mereka patut diacungi jempol. Di tengah menguatnya hedonisme, ternyata masih ada mahasiswa yang peduli untuk turun langsung menggali dana kemanusiaan dari masyarakat. Tiap petang, mereka bergerombol di perempatan jalan maupun jalan-jalan padat untuk mengumpulkan dana. Berbekal kotak amal dari kardus, alat musik dadakan, dan selebaran pengumuman bencana, mereka pun beraksi. Ada yang langsung menyodorkan kotak amal, ada pula yang memilih bernyanyi baru kemudian meminta. Tapi apakah hanya seperti ini wujud peduli mahasiswa sebagai salah satu elemen pemuda di negeri ini untuk menunjukkan rasa empatinya?

Read more »

Back to Normal Life after Symphonesia “Symphonizing The ASEAN”

Posted in pengalaman with tags , , , , on November 10, 2009 by Krisna

Gelaran mahasiswa Hubungan Internasional Unpad akhirnya selesai sudah. Symphonesia “Symphonizing The ASEAN, acara tahunan jurusanku ditutup dengan sangat manis. Walau tampang lelah menghiasi raut wajah semua panitia, tapi kami senang acara ini berakhir dengan sukses.

Agenda Symphonesia sendiri ada  4: Seminar Internasional dan Carnaval pada tanggal 7 November 2009 yang dimeriahkan oleh atraksi sesingaan cukup menarik minat masyarakat kota Bandung khususnya yang ada si sepanjang rute karnaval. Dua acara lainnya yaitu South East Asia (SEA) Festival dan Symphonesia The Concert berlangsung meriah. Makanan gratis yang ada di stand negara-negara ASEAN kata temen-temen panitia yang kebetulan sempet icip2 enak (maklum lah karena dari awal open gate aku ada di venue terus sampai barikade untuk konser The S.I.G.I.T usai) bahkan kata temen pula, di stand negara Kamboja/Myanmar (lupa :-P ) disediain tatto nama dengan aksara setempat. Keren…!

Read more »

Belajar dari Sierra Leone (Blood Diamond dan Tentara Anak)

Posted in politik with tags , , on September 1, 2009 by Krisna

“Saat itu pasti Minggu pagi, ketika sang kopral mengatakan pada kami untuk libur latihan. Usai berlibur, kami diperintahkan segera menyiapkan AK-47 kami berikut amunisi sebanyak mungkin. Kopral itu memberi kami ikat kepala hijau dan berkata, jika kami melihat seseorang tanpa ikat kepala dengan warna seperti itu, orang itu harus ditembak.

Seorang tentara muda datang dengan tas plastik penuh dengan berbagai macam tablet. Tablet itu tampak seperti kapsul, tapi warnanya putih rata. Ia menyodorkan tablet-tablet itu kepada kami. Kami menelan tablet itu. Dan kami pun siap bertempur.

Aku belum pernah setakut ini untuk pergi ke mana pun sepanjang hidupku. Air mata mulai menggenangi mataku, tapi aku berusaha memyembunyikannya dan menggengam senjataku agar merasa nyaman. Tak lama kemudian, terdengar ledakan yang diikuti dengan baku tembak antara kedua pihak. Aku tiarap dengan senapan teracung di depanku, tapi tak mampu menembak. Percikan darah mengenai wajahku. Darah dari tubuh tentara yang penuh dengan lubang bekas diterjang peluru.

Read more »

Rasa Lelah Terbayar Sudah

Posted in pengalaman on August 23, 2009 by Krisna

Huph…. akhirnya selesai juga mengerjakan tugas ujian semester pendek Politik Dunia 1. Walaupun tugasnya dibawa pulang, ternyata ga semudah yang dibayangkan. Banyak gangguan dan rasa malas menjadi faktor utama mengapa tugas ujian yang sudah sejak 2 hari lalu terkumpul lengkap datanya baru kelar sekarang. Sungguh perjuangan yang bisa dikatakan berat. Pantat pegal duduk seharian dari bangun pagi sampai mau tidur lagi. Mandi pagi ga sempat, olahraga apalagi. Sarapan hanya menggasak mie goreng dan tahan ga makan ampe sore. Jadinya konser perut makin kenceng, maklum lah, kan ga ikutan puasa.

Kembali lagi ke tugas. Sebenarnya seh tugas yang dikasi ga ribet-ribet amat. Cukup membuat essay tentang contoh konflik internasional yang mengulas sebab konflik, bentuk konflik dan resolusinya sebanyak 3000 kata. Ketika menerima tugas ini sih aku menganggap enteng. Cuma essay gitu… Tugas ini dibagikan Kamis, 20 Agustus 2009. Esoknya aku langsung mengelilingi perpustakaan FISIP Unpad untuk mencari buku referensi tulisanku. Lelah berputar-putar, aku duduk di kursi dengan meja yang udah penuh tumpukan buku. Karena hanya boleh pinjam buku maksimal 2, jadilah aku anteng memilah buku mana saja yang akan ku bawa pulang. Akhirnya pilihan jatuh kepada buku Pengantar Hukum Internasional jilid 2 karangan JG Starke dan buku sejarah Kongo. Niatnya seh bakalan buat tulisan tentang konflik di Negara ini.

Read more »

Aksara Tanpa Kata dan Kegamangan Masyarakat Bali

Posted in Bali, Lingkungan Hidup with tags , on August 15, 2009 by Krisna

Ngerasa aneh dengan “aksara tanpa kata”? Wajar. Tayangan televisi (sinetron) ini sempat booming di tahun 1990, jadi wajar kalau banyak yang ga kenal (saya juga ga tau :-D ). Eits…. walau jadul, sinetron ini sarat makna terutama bagi masyarakat Pulau Dewata–Bali.

Sarat makna bagi masyarakat Bali? Kok bisa? Ya, karena sinetron ini mengisahkan tentang dilema masyarakat pulau seribu pura ini saat mulai dikenal sebagai daerah tujuan wisata. Guru Bahasa Indonesia saya ketika SMA sempat bercerita sedikit tentang sinetron ini.

Read more »

Ketika tak lagi bisa menikmati Pajegan

Posted in Hindu with tags , , on July 31, 2009 by Krisna

Besok Umat Hindu Dharma di Indonesia akan merayakan hari turunnya ilmu pengetahuan yang diperingati sebagai Hari Raya Saraswati. Hari raya ini diperingati setiap enam bulan sekali atau setiap 210 hari (dalam kalender Bali, 1 bulan lamanya 35 hari).

Ingatan melayang pada kenangan setahun lalu dan kenangan-kenangan jauh sebelumnya. Memperingati hari turunnya ilmu pengetahuan, di sekolah saya (baik SMP maupun SMA) selalu diadakan lomba Pajegan dan Canang Sari+ Kwangen. Dua lomba yang seolah sudah menjadi tradisi menyambut Saraswati. Lomba biasa dilakukan sore hari setelah kegiatan belajar mengajar selesai. Semua anak yang beragama Hindu akan pergi ke sekolah dengan pakaian adat Bali madya, yaitu hanya memakai kamben dan selendang dengan atasan kaos bebas.

Read more »

Komodo Melancong ke Bali

Posted in Lingkungan Hidup, Uncategorized with tags , on July 29, 2009 by Krisna

Beberapa hari belakangan ini, ada satu berita yang menarik perhatian saya. Berita itu tidak lain dari rencana pengiriman 5 pasang komodo (Varanus komodoensis) dari habitat aslinya di Pulau Komodo ke Pulau Bali. Pengiriman 5 pasang komodo ini dalam usaha pemurnian genetik yang dilakukan oleh Departemen Kehutanan. Hal ini mendapat kecaman dari masyarakat Flores sendiri. Penelusuran lebih jauh, ada dugaan Surat Keputusan dari Menteri Kehutanan itu palsu.

Di luar sengketa masalah perijinan, menurut saya tidak pantas jika pemurnian komodo dilakukan di Bali. Komodo adalah satwa endemik yang hanya ada di dunia dan itupun hanya di Pulau Komodo dan pulau-pulau kecil disekitarnya, pemurnian genetik sebaikknya dilakukan di pulau tersebut. Tindakan ini akan menghemat biaya dan mungkin bisa saja menambah jumlah komodo yang dimurnikan.

Read more »

Dingin, Sendiri, Menanti

Posted in renungan with tags , , on July 12, 2009 by Krisna

Seperti malam-malam sebelumnya, udara kota Bandung Utara dingin (SEKALI ). Selapis pakaian hangat belum juga mampu mengatasi dinginnya udara Setiabudi. Heran juga, Bandung yang notabene ada di dataran tinggi, siang hari terasa sangat panas. Matahari serasa menusuk kulit ketika berjalan di bawahnya. Mungkin pengaruh global warming yang makin parah terlebih lagi polusi asap kendaraan bermotor. Parah! :-(

Berdiam seorang diri di rumah emang ga enak, malam-malam pula. Rumah terlalu besar untuk seorang pemuda tak berdosa (jyahahaha).

Takut kemalingan? ga. Takut hantu? sangat tidak juga. Lalu? Hanya Bosan.


Tangan bergerak menekan huruf-huruf di keyboard Notebook. Sesekali “si tikus” ku arahkan ke  tab Facebook, sapa tau ada temen ngajak chat. Menanti memang paling membosankan. Menunggu kedatangan paman sekeluarga dari Bali. Terakhir ditelpon seh baru nyampe Tegal-Jawa Tengah. Perjalanan ke Bandung masih lama euy!

Untuk mengusir bosan (bosan duduk, mikir, ngetik), berdiri di atas balkon sambil berpegangan pada tiang (gila aja klo g pegangan, bisa-bisa memberi kerjaan dokter tulang). Memandangi kelip redup bintang (melow….) yang kontras dengan gemerlap lampu kota Bandung.

Ingat soal bintang, ingat juga suatu ungkapan yang cocok jadi renungan di tengah gonjang-ganjing pemilu di negeri ini (ckckck…. mulai berat lagi topiknya :-P ):

langit malam indah karena beraneka kelip bintang

Aku dan Keponakanku

Posted in Family with tags on July 11, 2009 by Krisna

aku dan keponakanku

Tanggal 30 Juni 2009 lalu, diadakan upacara 3 bulanan (telu bulanan/ nelubulanin_versi Bali) keponakanku. Upacara 3 bulanan ini adalah salah satu jenis Manusa Yadnya oleh Hindu_Bali. Bayi yang baru berumur 3 bulan diupacarai, dimohonkan keselamatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Senang rasanya bisa ikut dalam suasana upacara seperti ini. Terlebih lagi aku jarang pulang ke Bali–hanya 6 bulan sekali. Kesenangan lainnya tentu saja dapat menikmati masakan Bali yang sudah lama dinantinantikan lidah. Babi Guling menjadi sasaran utama santapan saat itu.

Tumben aku melihat keponakanku ini sebab ketia ia lahir aku masih harus berkutat dengan buku-buku dan tugas kuliah di Bandung. Keponakanku sehat, badannya montok, bikin gemes kalau melihatnya. Terutama kalau mengingat pipinya yang cemul. Hehhe….

Harapanku, keponakanku tumbuh dengan sehat. Swaha!