Belajar dari Sierra Leone (Blood Diamond dan Tentara Anak)

Posted in politik with tags , , on September 1, 2009 by Krisna

“Saat itu pasti Minggu pagi, ketika sang kopral mengatakan pada kami untuk libur latihan. Usai berlibur, kami diperintahkan segera menyiapkan AK-47 kami berikut amunisi sebanyak mungkin. Kopral itu memberi kami ikat kepala hijau dan berkata, jika kami melihat seseorang tanpa ikat kepala dengan warna seperti itu, orang itu harus ditembak.

Seorang tentara muda datang dengan tas plastik penuh dengan berbagai macam tablet. Tablet itu tampak seperti kapsul, tapi warnanya putih rata. Ia menyodorkan tablet-tablet itu kepada kami. Kami menelan tablet itu. Dan kami pun siap bertempur.

Aku belum pernah setakut ini untuk pergi ke mana pun sepanjang hidupku. Air mata mulai menggenangi mataku, tapi aku berusaha memyembunyikannya dan menggengam senjataku agar merasa nyaman. Tak lama kemudian, terdengar ledakan yang diikuti dengan baku tembak antara kedua pihak. Aku tiarap dengan senapan teracung di depanku, tapi tak mampu menembak. Percikan darah mengenai wajahku. Darah dari tubuh tentara yang penuh dengan lubang bekas diterjang peluru.

Read more »

Rasa Lelah Terbayar Sudah

Posted in pengalaman on August 23, 2009 by Krisna

Huph…. akhirnya selesai juga mengerjakan tugas ujian semester pendek Politik Dunia 1. Walaupun tugasnya dibawa pulang, ternyata ga semudah yang dibayangkan. Banyak gangguan dan rasa malas menjadi faktor utama mengapa tugas ujian yang sudah sejak 2 hari lalu terkumpul lengkap datanya baru kelar sekarang. Sungguh perjuangan yang bisa dikatakan berat. Pantat pegal duduk seharian dari bangun pagi sampai mau tidur lagi. Mandi pagi ga sempat, olahraga apalagi. Sarapan hanya menggasak mie goreng dan tahan ga makan ampe sore. Jadinya konser perut makin kenceng, maklum lah, kan ga ikutan puasa.

Kembali lagi ke tugas. Sebenarnya seh tugas yang dikasi ga ribet-ribet amat. Cukup membuat essay tentang contoh konflik internasional yang mengulas sebab konflik, bentuk konflik dan resolusinya sebanyak 3000 kata. Ketika menerima tugas ini sih aku menganggap enteng. Cuma essay gitu… Tugas ini dibagikan Kamis, 20 Agustus 2009. Esoknya aku langsung mengelilingi perpustakaan FISIP Unpad untuk mencari buku referensi tulisanku. Lelah berputar-putar, aku duduk di kursi dengan meja yang udah penuh tumpukan buku. Karena hanya boleh pinjam buku maksimal 2, jadilah aku anteng memilah buku mana saja yang akan ku bawa pulang. Akhirnya pilihan jatuh kepada buku Pengantar Hukum Internasional jilid 2 karangan JG Starke dan buku sejarah Kongo. Niatnya seh bakalan buat tulisan tentang konflik di Negara ini.

Read more »

Aksara Tanpa Kata dan Kegamangan Masyarakat Bali

Posted in Bali, Lingkungan Hidup with tags , on August 15, 2009 by Krisna

Ngerasa aneh dengan “aksara tanpa kata”? Wajar. Tayangan televisi (sinetron) ini sempat booming di tahun 1990, jadi wajar kalau banyak yang ga kenal (saya juga ga tau :-D ). Eits…. walau jadul, sinetron ini sarat makna terutama bagi masyarakat Pulau Dewata–Bali.

Sarat makna bagi masyarakat Bali? Kok bisa? Ya, karena sinetron ini mengisahkan tentang dilema masyarakat pulau seribu pura ini saat mulai dikenal sebagai daerah tujuan wisata. Guru Bahasa Indonesia saya ketika SMA sempat bercerita sedikit tentang sinetron ini.

Read more »

Ketika tak lagi bisa menikmati Pajegan

Posted in Hindu with tags , , on July 31, 2009 by Krisna

Besok Umat Hindu Dharma di Indonesia akan merayakan hari turunnya ilmu pengetahuan yang diperingati sebagai Hari Raya Saraswati. Hari raya ini diperingati setiap enam bulan sekali atau setiap 210 hari (dalam kalender Bali, 1 bulan lamanya 35 hari).

Ingatan melayang pada kenangan setahun lalu dan kenangan-kenangan jauh sebelumnya. Memperingati hari turunnya ilmu pengetahuan, di sekolah saya (baik SMP maupun SMA) selalu diadakan lomba Pajegan dan Canang Sari+ Kwangen. Dua lomba yang seolah sudah menjadi tradisi menyambut Saraswati. Lomba biasa dilakukan sore hari setelah kegiatan belajar mengajar selesai. Semua anak yang beragama Hindu akan pergi ke sekolah dengan pakaian adat Bali madya, yaitu hanya memakai kamben dan selendang dengan atasan kaos bebas.

Read more »

Komodo Melancong ke Bali

Posted in Lingkungan Hidup, Uncategorized with tags , on July 29, 2009 by Krisna

Beberapa hari belakangan ini, ada satu berita yang menarik perhatian saya. Berita itu tidak lain dari rencana pengiriman 5 pasang komodo (Varanus komodoensis) dari habitat aslinya di Pulau Komodo ke Pulau Bali. Pengiriman 5 pasang komodo ini dalam usaha pemurnian genetik yang dilakukan oleh Departemen Kehutanan. Hal ini mendapat kecaman dari masyarakat Flores sendiri. Penelusuran lebih jauh, ada dugaan Surat Keputusan dari Menteri Kehutanan itu palsu.

Di luar sengketa masalah perijinan, menurut saya tidak pantas jika pemurnian komodo dilakukan di Bali. Komodo adalah satwa endemik yang hanya ada di dunia dan itupun hanya di Pulau Komodo dan pulau-pulau kecil disekitarnya, pemurnian genetik sebaikknya dilakukan di pulau tersebut. Tindakan ini akan menghemat biaya dan mungkin bisa saja menambah jumlah komodo yang dimurnikan.

Read more »

Dingin, Sendiri, Menanti

Posted in renungan with tags , , on July 12, 2009 by Krisna

Seperti malam-malam sebelumnya, udara kota Bandung Utara dingin (SEKALI ). Selapis pakaian hangat belum juga mampu mengatasi dinginnya udara Setiabudi. Heran juga, Bandung yang notabene ada di dataran tinggi, siang hari terasa sangat panas. Matahari serasa menusuk kulit ketika berjalan di bawahnya. Mungkin pengaruh global warming yang makin parah terlebih lagi polusi asap kendaraan bermotor. Parah! :-(

Berdiam seorang diri di rumah emang ga enak, malam-malam pula. Rumah terlalu besar untuk seorang pemuda tak berdosa (jyahahaha).

Takut kemalingan? ga. Takut hantu? sangat tidak juga. Lalu? Hanya Bosan.


Tangan bergerak menekan huruf-huruf di keyboard Notebook. Sesekali “si tikus” ku arahkan ke  tab Facebook, sapa tau ada temen ngajak chat. Menanti memang paling membosankan. Menunggu kedatangan paman sekeluarga dari Bali. Terakhir ditelpon seh baru nyampe Tegal-Jawa Tengah. Perjalanan ke Bandung masih lama euy!

Untuk mengusir bosan (bosan duduk, mikir, ngetik), berdiri di atas balkon sambil berpegangan pada tiang (gila aja klo g pegangan, bisa-bisa memberi kerjaan dokter tulang). Memandangi kelip redup bintang (melow….) yang kontras dengan gemerlap lampu kota Bandung.

Ingat soal bintang, ingat juga suatu ungkapan yang cocok jadi renungan di tengah gonjang-ganjing pemilu di negeri ini (ckckck…. mulai berat lagi topiknya :-P ):

langit malam indah karena beraneka kelip bintang

Aku dan Keponakanku

Posted in Family with tags on July 11, 2009 by Krisna

aku dan keponakanku

Tanggal 30 Juni 2009 lalu, diadakan upacara 3 bulanan (telu bulanan/ nelubulanin_versi Bali) keponakanku. Upacara 3 bulanan ini adalah salah satu jenis Manusa Yadnya oleh Hindu_Bali. Bayi yang baru berumur 3 bulan diupacarai, dimohonkan keselamatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Senang rasanya bisa ikut dalam suasana upacara seperti ini. Terlebih lagi aku jarang pulang ke Bali–hanya 6 bulan sekali. Kesenangan lainnya tentu saja dapat menikmati masakan Bali yang sudah lama dinantinantikan lidah. Babi Guling menjadi sasaran utama santapan saat itu.

Tumben aku melihat keponakanku ini sebab ketia ia lahir aku masih harus berkutat dengan buku-buku dan tugas kuliah di Bandung. Keponakanku sehat, badannya montok, bikin gemes kalau melihatnya. Terutama kalau mengingat pipinya yang cemul. Hehhe….

Harapanku, keponakanku tumbuh dengan sehat. Swaha!

Damri Mogok (Lagi)

Posted in pengalaman with tags on June 3, 2009 by Krisna

Parah, satu kata yang pas untuk menggambarkan kejadian sore tadi. Damri yang biasa ku tumpangi bolak balik kuliah Bandung-Jatinangor, mogok lagi. Untung aja ni damri kaga mogok di jalan Tol, ga kaya pengalaman temanku yang damrinya mogok di jalan Tol. Ternyata aku lebih beruntung, hahaha

Lelah rasanya hari ini karena kegiatan yang cukup padat di kampus: UAS HI Kawasan dan hotspotan bareng temen-temen (mumpung gratis). Yang bikin capek itu, aku harus bolak balik naek turun tangga buat nyari colokan listrik. Di tambah lagi ada masalah di laptop yang ga pernah bisa konek di UHB sejak dua hari lalu. Rasanya sungguh menyebalkan.

Read more »

Cinta Lingkungan atau Cinta Identitas Lingkungan?

Posted in Lingkungan Hidup with tags , on June 3, 2009 by Krisna

Pas buka milis Bali Blogger Community, aku membaca topik blog untuk minggu ini berkaitan dengan lingkungan. Topik yang pas banget mengingat tanggal 5 Juni nanti semua orang akan memperingati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia. Akhirnya ku putuskan untuk ngeblog dengan topik lingkungan. Itung-itung menghilangkan suntuk belajar 3G yang ga masuk-masuk.

***

Masalah lingkungan memang menjadi isu yang sentral beberapa tahun belakangan ini. Mungkin sudah banyak pihak yang mengangkat topik ini dalam berbagai forum termasuk blog. Nah, Ulasanku kali ini tidak membahas peliknya masalah lingkungan hidup yang ga kunjung selesai di dunia khususnya lagi di Indonesia tapi lebih kepada kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan.

Berhembusnya isu untuk kembali ke alam (back to nature) atau mulai mencintai lingkungan semakin menguat. Masyarakat dunia pun merespon krisis lingkungan ini dengan berpartisipasi dalam mencintai lingkungan. Banyak cara dilakukan, tapi kebanyakan masyarakat sedang demam pada pernak-pernik berbau lingkungan. Dari mulai stiker go green, pin dengan gambar recycle, sampai pakaian bernuansa hijau alam dengan embel-embel seruan untuk menyelamatkan bumi.

Read more »

Mengapa Timur Menakuti Globalisasi

Posted in politik with tags , on May 31, 2009 by Krisna

Bukan maksud menetang teori Nicolaus Copernicus yang menyatakan bahwa dunia ini bulat dan matahari adalah pusat dari tata surya, tapi memang dunia kini datar. Jika kita lihat disekitar, dunia ini memang masih bulat, bulat pepat tepatnya. Namun tidak dunia dalam konteks interaksi manusia. Kemajuan teknologi telah melebur semua batas yang ada.

Teknologi yang kian canggih dalam bidang telekomunikasi telah sukses menghubungkan satu orang dengan orang lain yang berjauhan hanya dalam hitungan detik, bukan hari lagi. Adanya internet memberikan keleluasaan dalam akses data. Di dunia maya, banyak bertebaran informasi-informasi di tiap belahan dunia yang terus terbaharui. Hal ini menjadikan kita seolah-olah Yang Maha Tau. Kemajuan ini bukan muncul tiba-tiba. Perkembangan peradaban manusia yang terus bergerak telah memunculkan banyak penemu-penemu kemajuan.

Read more »