Jet Lag: Apa dan Bagaimana Mengatasinya?

Beberapa waktu lalu, paman saya sekeluarga berangkat dari Bandung ke Bali karena akan mengikuti upacara Ngaben. Biasanya, mereka pulang dengan mengendarai mobil. Namun kali ini, mereka berangkat menggunakan jasa penerbangan dari Jakarta. Balik dari Bali, mereka bertiga sakit, rata-rata menderita pusing, sakit kepala dan tidak enak badan.

Ketika saya membaca koran Tempo ada ulasan tentang Jet Lag. Nah dari sini saya tertarik dan mencari literaturnya di internet. Berikut ini hasil rangkuman saya.

Apa itu jet lag?
Jet lag adalah suatu kondisi kelelahan yang berakibat pada gangguan pencernaan, insomnia dan sakit kepala yang terjadi bersamaan. Ada juga yang menyebut jet lag sebagai gangguan ritme tidur sehabis perjalanan jauh melintasi zona waktu dengan cepat.
Menurut psikiater Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Ika Widyawati, jet lag merupakan kondisi psikologis yang terjadi akibat perubahan ritme circadian, suatu irama biologis yang mengatur respon tubuh terhadap perubahan lingkungan. Jet lag juga sering disebut sebagai sindrom perbedaan zona waktu. (disandur dari artikel Selepas Melintasi Waktu, author Erwin Dariyanto, Koran Tempo Minggu 30 November 2008)
Perjalanan dari timur ke barat memiliki resiko yang lebih besar dari pada perjalanan barat ke timur. Tetapi perjalanan dari selatan ke utara atau sebaliknya tidak menyebabkan jet lag asalkan tidak memasuki wilayah zona waktu.
Jet lag bisa dialami oleh siapa saja. Tak peduli dengan kuat lemahnya daya tahan tubuh seseorang, usia, dan juga bagi anda yang baru pertama kali atau sering bepergian melintasi zona waktu.
Apa penyebab jet lag?
Ternyata, jet lag tidak hanya disebabkan karena bepergian melintasi zona waktu. Dalam situs http://www.nojetlag.com , dijelaskan ada beberapa penyebab mengapa jet lag bisa terjadi.
1. Melintasi zona waktu
2. Kondisi awal kita sebelum penerbangan, misalnya terlalu lelah, takut, stress
3. Tekanan cabin pesawat
4. Udara kering di pesawat. Udara kering ini dapat memicu sakit kepala
5. Sirkulasi udara yang kurang baik sehingga sedikit udara segar yang dihirup
6. Mengkonsumsi minuman yang memiliki kadar alkohol. Bila meminum segelas anggur di pesawat ketika terbang, itu sama artinya dengan 2-3 gelas di bumi. Kondisi ini memungkinkan anda mudah terserang hangover, sakit kepala ketika bangun di pagi hari karena sebelumnya mengkonsumsi alkohol.
7. Makanan dan minuman. Kopi dan teh yang disuguhkan di penerbangan (biasanya) selain lebih berasa, kandungan kafeeinnya juga lebih tinggi daripada kopi atau teh kebanyakan. Jadi bila anda tidak pernah mencicipi kopi atau teh dengan kandungan kafeein yang lebih tinggi, sebaiknya jangan mencoba. Jus jeruk juga bersifat mengerus lambung, jadi sebaiknya tidak dikonsumsi.
8. Kurang pengalaman. Hal ini akan menyebabkan ada dalam kondisi yang tidak nyaman dalam bepergian.

Bagaimana Mengatasinya?
Dari sumber-sumber yang saya peroleh, dapat disimpulkan:
1. Mengubah jam tidur dua atau tiga hari sebelum bepergian. Bila anda bepergian ke timur, ubah jadwal tidur anda sejam lebih cepat dari zona waktu yang akan dilewati. Namun bila ke barat, mundurkan jam tidur anda sejam sesuai daerah waktu yang akan anda lewati.
2. Hindari stress dan rutinitas kerja seminimal mungkin dan jangan mengkonsumsi minuman beralkohol.
3. Tidur yang cukup dan berkualitas sebelum penerbangan
4. Sebelum berangkat, di dalam pesawat, dan tiba di tujuan, perbanyak minum air putih sebab udara keringnya memicu dehidrasi.
5. Ketika dipesawat, apabila sudah malam, usahakan untuk tidur meski belum mengantuk, sebaliknya jagan tidur apabila pergi di siang hari.
6. Bila sampai ditujuan siang hari, usahakan untuk tetap bekerja dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.
7. Untuk mengatasi ketidaknyamanan di pesawat, anda dapat melakukan kegiatan ringan seperti berjalan dan senam ringan
8. Peringatan: JANGAN SEKALi-sEkalI mengkonsumsi pil tidur.

Demikian ulasan saya kali ini, semoga bermanfaat

Sumber:
• Artikel Selepas Melintasi Waktu, author Erwin Dariyanto, Koran Kompas minggu, 30 November 2008
http://www.nojetlag.com
http://www.conectique.com

About these ads

6 thoughts on “Jet Lag: Apa dan Bagaimana Mengatasinya?

  1. Sayangnya saya baru kali ini membaca topik yang mampu membantu saya kelak, dan tidak pada dua tahun lalu. Tahun dimana saya mengalami Jet Lag berkepanjangan, hingga tiga hari blom balik normal jua. malah makin parah.
    Saya mengalami Jet Lag hanya dua minggu sebelum pesawat Adam Air terhempas ke Laut. NB : Pilot dan awaknya saat terhempas itu, sama persis dengan yang mengantarkan kami pulang balik ke Bali dari Jakarta.
    Walaupun Jet Lag berkepanjangan, saya malah mensyukuri, bukan kami yang menjadi ‘korban’

  2. @ pandebaik: wah beruntung sekali, masih dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
    semoga info ini dapat bermanfaat

  3. Gimana yah … menghindari STRESS… ?
    soal ini sama dengan bagaimana membuang rasa TAKUT khan ?
    atau bagaimana munculkan PERCAYA DIRI?
    atau bagaimana kurangi kondisi LUPA ?
    Salam

  4. @ sjahrir: mh… mungkin dengan menarik napas dalam-dalam atau refreshing sejenak. Saran saya sih kunjungi tempat yang memungkinkan kita menyatukan laut dengan gunung. Tempat-tempat ini adalah favorit saya. Satu catatan lagi usahakan tempatnya tidak di keramaian. Mungkin bisa berdiri di atas bukit yang memungkinkan memandang laut lepas. selamat mencoba

  5. Reblogged this on Njajali WordPress and commented:
    Sebernernya penasaran sama lagunya simple plan tentang jet lag. Di google translate aja belum ada artinya. Ternyata Jet Lag itu sebuah penyakit. Intinya sih pada blognya mas krisna tersebut seperti ini :

    Jet lag adalah suatu kondisi kelelahan yang berakibat pada gangguan pencernaan, insomnia dan sakit kepala yang terjadi bersamaan. Ada juga yang menyebut jet lag sebagai gangguan ritme tidur sehabis perjalanan jauh melintasi zona waktu dengan cepat.
    Menurut psikiater Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Ika Widyawati, jet lag merupakan kondisi psikologis yang terjadi akibat perubahan ritme circadian, suatu irama biologis yang mengatur respon tubuh terhadap perubahan lingkungan. Jet lag juga sering disebut sebagai sindrom perbedaan zona waktu. (disandur dari artikel Selepas Melintasi Waktu, author Erwin Dariyanto, Koran Tempo Minggu 30 November 2008)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s