Dingin, Sendiri, Menanti
Seperti malam-malam sebelumnya, udara kota Bandung Utara dingin (SEKALI ). Selapis pakaian hangat belum juga mampu mengatasi dinginnya udara Setiabudi. Heran juga, Bandung yang notabene ada di dataran tinggi, siang hari terasa sangat panas. Matahari serasa menusuk kulit ketika berjalan di bawahnya. Mungkin pengaruh global warming yang makin parah terlebih lagi polusi asap kendaraan bermotor. Parah!
Berdiam seorang diri di rumah emang ga enak, malam-malam pula. Rumah terlalu besar untuk seorang pemuda tak berdosa (jyahahaha).
Takut kemalingan? ga. Takut hantu? sangat tidak juga. Lalu? Hanya Bosan.
Tangan bergerak menekan huruf-huruf di keyboard Notebook. Sesekali “si tikus” ku arahkan ke tab Facebook, sapa tau ada temen ngajak chat. Menanti memang paling membosankan. Menunggu kedatangan paman sekeluarga dari Bali. Terakhir ditelpon seh baru nyampe Tegal-Jawa Tengah. Perjalanan ke Bandung masih lama euy!
Untuk mengusir bosan (bosan duduk, mikir, ngetik), berdiri di atas balkon sambil berpegangan pada tiang (gila aja klo g pegangan, bisa-bisa memberi kerjaan dokter tulang). Memandangi kelip redup bintang (melow….) yang kontras dengan gemerlap lampu kota Bandung.
Ingat soal bintang, ingat juga suatu ungkapan yang cocok jadi renungan di tengah gonjang-ganjing pemilu di negeri ini (ckckck…. mulai berat lagi topiknya
):
“langit malam indah karena beraneka kelip bintang“
July 12, 2009 at 9:56 pm
Whew..
sebuah curahan hati..
satu dari sekian banyak tumpahan kata-katamu yg tidak biasa =)
…kemarau yang dingin…
July 12, 2009 at 10:24 pm
@ valkyrie: wekz….! curahan yang bener cuma yang dibawahnya aja, hahahha
niatnya pengen sedikit menaruh semacam diary gitu kok hasil akhirnya bikin ngakak baca (kecuali bagian terakhir). Alay pisan ada warna2 gitu
hahahha
July 12, 2009 at 10:35 pm
Aku ga ketawa kok
(mungkin krn udah biasa menulis seperti itu)
karena kau belum biasa saja menulis seperti ini
well, agak tesedak ketika membaca kalimat
“seorang pemuda tak berdosa” ;p
misi menyeimbangkan bahasamu berhasil =)
congratz ya
July 12, 2009 at 10:42 pm
wah sial, jadi anda pikir saya penuh dosa?
*sungguh tidak penting
July 12, 2009 at 10:51 pm
Saya tidak pernah berpikir seperti itu
sebuah kalimat ajaib dari seorang adhy,,sisi lain darimu
hehe =)
tapi sumpah, aq tidak meledek kok!
July 12, 2009 at 11:01 pm
Aye!
July 13, 2009 at 7:27 pm
“langit malam indah karena beraneka kelip bintang“
*mikir*
gue pernah nulis ttg itu, ngga, ya?
*call Rere ASAP*
hahahaa..
July 14, 2009 at 9:59 am
@ panah: o ya? saya dapet ini di blog seseorang. Yang pasti bukan blog anda, hehehhe
July 23, 2009 at 3:51 pm
kalopun harus menanti,,,semasih isa OL rasa2nya ga terasa terlalu nyiksa deh,,,ketimbang bengong melongo kayak bagong hahhaah
July 23, 2009 at 3:57 pm
benar sekali. Tapi OL buat facebook_an terus rasanya makin membosankan
July 30, 2009 at 8:57 pm
hahahaha….
sumpah…
gw ngakak baca postingan lo…
ternyata gede yg kenal g ad hati dan perasaan bisa curhat juga toh…
we alah……
July 30, 2009 at 9:05 pm
@ putra: ini sedang belajar curhat makanya bahasa saya sangat abal-abal